Selasa, 31 Januari 2012

Tempat bersandar

Memiliki tempat bersandar adalah kerinduan alami semua wanita. Setegar apapun wanita, bohong kalau menolak tempat bersandar walaupun hanya sekejap. Masalahnya sandaran seperti apa yang ditawarkan dunia untuknya, dan apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan sandaran itu.

Di saat keceriaan dan idealisme masa muda membentuk cara pandang tentang ketulusan dan pecapaian di masa depan, bersandar dan menjadi sandaran antar pasangan masih dominan ada didalamnya. Tapi seiring berjalannya waktu kepahitan, kekecewaan dan kerasnya kehidupan meninggalkan goresan tajam diatas semua konsep keindahan hidup dan kebersamaan yang pernah terajut.

Di malam hari, saat semua aktivitas harian selesai dilakukan dan kelelahan merayapi sendi sendi yang penat dan menua, yang terlintas adalah alangkah menyenangkannya apabila ada seseorang yang menjadi tempat bersandar, dimana kita bisa sekedar berpegangan tangan tanpa harus mengucapkan kata. Saling menemani dan saling menyandarkan diri.

Tapi entahlah, rasanya itu semua memang bukan berkat yang diberikan kepada setiap insan, dan mungkin aku memang termasuk dalam bagian yang tidak mendapat berkat itu.